Jumat, 27 Maret 2020

Firasat Ibnu Thulun



Suatu hari, seorang pengemis dengan mengenakan pakaian lusuh datang saat Ibnu Thulun (ahmad bin Thulun) sedang duduk santai. Ibnu Thulun adalah pendiri Dinasti Thuluniyah yang pernah berkuasa di Mesir antara tahun 868 sampai 905 M.  

Ibnu Thulun lalu menyuruh seorang pelayannya agar memberikan roti campur ayam dan manisan kepada pengemis itu.

Ketika orang itu memegang roti tersebut, tampak ia tidak tertarik dan tidak juga mempedulikan roti yang dipegangnya. Ibnu Thulun lalu memerintahkan kepada pelayannya untuk memanggil pengemis itu menghadap padanya.

Di depan Ibnu Thulun, pengemis itu berdiri dengan percaya diri. Saat ditanya pun, ia menjawab dengan baik dan lancar serta pembawaannya tenang.

Ibnu Thulun berkata, “Berikan kepadaku surat yang kau bawa, dan jujurlah padaku siapa yang mengutusmu. Sungguh aku yakin bahwa kau adalah seorang pencari informasi (mata-mata)!”
Orang itu tidak mau mengaku. Tapi ketika Ibnu Thulun mengeluarkan cambuk dan hendak mencambuknya akhirnya ia mengaku bahwa benar ia seorang yang diperintahkan untuk memata-matai Ibnu Thulun.

Para pengawal terheran-heran dengan kehebatan Ibnu Thulun dapat mengatahui orang itu sebagai mata-mata. “Ini adalah sihir,” kata mereka. Maka Ibnu Thulun berkata, “Ini bukan sihir, tapi firasat yang baik. Aku lihat dia seperti pengemis lalu aku beri makanan yang akan mengenyangkannya. Tapi dia tidak peduli dan menolak pemberianku.”

“Lalu dia aku panggil. Dia menemuiku dengan percaya diri dan tenang. Saat aku lihat penampilannya yang seperti itu, maka tahulah aku bahwa dia seorang pencari informasi. Dan ternyata dugaanku benar.”